|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jadual Shalat Hari Ini
| Subuh |
04:38:59 |
| Dzuhur |
11:54:18 |
| Ashar |
15:15:49 |
| Maghrib |
17:46:16 |
| Isya |
19:00:56 |
|
|
Anda pengunjung ke 122039
1 orang online
|
|
|
Home / Berita
|
|
|
|
Selasa, 10 /04 /07 15:20:27 | 127 Hit
Iman
Panitia Anggaran akan menerima Laptop. Wawancara dengan Deni Nursani
|
|
|
|
|
Belum lagi hilang dalam ingatan kita tentang hebohnya rapelan Tunjangan Komunikasi Intensif bagi Pimpinan dan Anggota DPR(D) yang diatur oleh PP No 37 tahun 2006, kini perhatian kita tersedot dengan tersiarnya berita bahwa seluruh Pimpinan dan Anggota DPR akan mendapatkan jatah Notebook – biasa disebut juga Laptop --, yaitu komputer jinjing yang harga per unitnya 21 juta. ( Yang benar adalah Laptop itu dianggarkan dalam APBN dgn harga maksimal 21 juta). Ternyata pengadaan Laptop juga dilakukan bukan saja di tingkat DPR pusat tapi DPRD Kota Bandungpun dalam APBD 2007 menganggarkan pengadaan 20 unit Laptop dengan harga maksimal 25 juta per unitnya. Untuk mengetahui lebih jauh tentang persoalan tersebut, Tim Admin (TA) mewawancarai sdr. Deni Nursani (DN). Beliau adalah Sekretaris Harian Panitia Anggaran DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS. Berikut petikan wawancaranya: TA : Mohon dijelaskan tentang pengadaan Laptop di DPRD Kota Bandung. Dari mana awalnya!DN : Pengadaan Laptop di DPRD Kota Bandung berawal dari usulan salah seorang anggota Panitia Anggaran (PanGar) pada saat pembahasan APBD 2007 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Usulan itu terkait dengan kesulitan PanGar untuk membawa dokumen anggaran semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tebalnya bisa 1 meter lebih. Itu belum termasuk dokumen Peraturan Pemerintah (UU, PP, Permendagri, Perda, SK Walikota, dll) yang menjadi acuan penganggaran. Ya, kalau ditotal ada-lah 2 meter mah. Ada keinginan bagaimana kalau semua dokumen tersebut disimpan dalam bentuk file yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja ; bisa dikirim via e-mail di mana saja dan kapan saja. Kemudian muncullah usulan untuk menganggarkan pembelian Laptop tersebut. Usulan ini disetujui oleh Ketua TAPD yaitu sdr. Edi Siswadi. Awalnya hanya untuk seluruh anggota PanGar saja sebanyak 14 unit tapi diperluas menjadi 20 unit di mana yang 3 unti untuk para Ketua Alat Kelengkapan Dewan yang baru dibentuk (BK, PURT, dan PanLeg), 3 unit lagi untuk para Pimpinan Dewan (Ketua dan 2 Wakil Ketua).TA : Bagaimana dengan harga Laptop yang 25 juta per unitnya?DN : Harus difahami oleh kita bahwa; pertama, harga yang dianggarkan adalah harga perkiraan maksimal/tertinggi yang ada di pasaran berdasarkan spesifikasi (spec) yang diinginkan. Waktu itu PanGar menginginkan Laptop yang memiliki kecepatan tinggi (Centrino Core Duo), punya pasilitas internet nirkabel (wi-fi), dan pasilitas standar lainnya, plus memiliki ukuran 10 atau 11 inci agar ringan dan mudah dibawa ke mana-mana. Di pasaran harganya berkisar 10-18 jutaan. Kedua, dalam realisasinya bisa saja setelah melalui mekanisme tender akan didapat harga yang jauh lebih murah dari harga perkiraan tersebut. Ketiga, harga yang dimasukkan dalam anggaran itu di dalamnya mencakup: pajak, keuntungan untuk fihak ketiga (biasanya minimal 10%), honor-honor untuk panitia, dll.TA : Saat ini masyarakat sedang menghadapi berbagai persoalan hidup. Bukankah dengan menganggarkan pembelian Laptop mengindikasikan Dewan tidak punya sense of crisis?DN : Punya atau tidak punya sense of crisis bukan dilihat dari beli atau tidak beli Laptop tentunya. Keprihatinan dan keberpihakan kepada masyarakat bisa kita lihat dari seluruh kinerja yang dilakukan Dewan dan Pemkot dan struktur anggaran kita. Dalam struktur APBD bisa kita lihat bahwa sejauh ini kita terus berusaha untuk mensejahterakan masyarakat Bandung melalu program/kegiatan yang tersebar di KESRA , Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, dan SKPD lainnya. Coba perhatikan pula, bahwa untuk Pos Bantuan Keuangan dalam Belanja Tidak Langsung telah dianggarkan diatas 211 M (meliputi Belanja Subsidi 32, 6 M, Belanja Hibah 83,1 M, Belanja Bantuan Sosial 95,5 M). Artinya, 77% dari seluruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita yang 275,5 M di bagikan kepada masyarakat. Luar Biasa!!!Ada fakta lain lagi. Saat ini nampaknya hanya DPRD Kota Bandung yang belum memiliki gedung sendiri. Sehingga dalam APBD 2005 kita menganggarkan 5 M untuk pembangunan gedung Dewan. Apa yang terjadi kemudian? Anggaran itu oleh Dewan dialihkan untuk kegiatan lain yaitu membantu menuntaskan permasalahan sampah akibat musibah TPA Leuwigajah. Bukankan ini bentuk sence of crisis-nya Dewan?TA : Akhir-akhir ini persoalan Laptop muncul di mana. Kitra-kira apa agenda politis di balik issu ini?DN : Saya curiga jangan-jangan issu Laptop ini sengaja dimunculkan untuk menyedot perhatian publik tentang persoalan-persoalan yang belum selesai di Bandung ini. Saya ambil contoh masalah sampah, penataan PKL, lingkungan hidup, transfortasi, revitalisasi pasar tradisional yang menyisakan ketidakpuasan pedagang lama, dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota T.A 2006 yang harus segera dicermati oleh DPRD.TA : Okey, kita kembali ke Laptop. Apa demikian perlu PanGar punya Laptop?DN : Laptop bagi PanGar sama artinya dengan mobil dan rumah dinas bagi Walikota, pistol bagi Polisi, ballpen dan alat rekam bagi wartawan, gergaji bagi tukang, kapur tulis/spidol bagi guru. Di tangan yang tepat barang itu akan berguna, membantu, dan mendatangkan manfaat.
|
|
|
|
|
|
|
Download :
|
|
|
|
Berita Lainnya :
|
|
|
|
PKS Akan Putihkan Senayan pada 4 Juli untuk SBY - 02 /07 /09 14:52:36
|
|
Ustadz Tif : Menangkan SBY-Boediono, Raos Pisan ! - 02 /07 /09 14:41:20
|
|
Tifatul & Perempuan PKS Perkuat SBY-Boediono - 02 /07 /09 14:13:28
|
|
Hilmi: Islam Bisa Menjadi Daya Kohesif Bangsa " - 02 /07 /09 14:07:04
|
|
Hidayat: Jangan Sampai Terkotak-kotak, Itu Tak Kondusif - 17 /06 /09 14:25:16
|
|
PKS Akan Menangkan SBY Satu Putaran - 17 /06 /09 14:19:33
|
|
PKS Ingatkan Sutanto Jangan Tergelincir - 11 /06 /09 15:48:04
|
|
Fraksi PKS Tolak Kenang-Kenangan Cincin Emas - 10 /06 /09 15:38:51
|
|
BAYANAT NOMOR : 01/B/K/DPP-PKS/VI/1430 TENTANG PILPRES 2009 - 02 /06 /09 14:24:28
|
|
Jangan Coba-coba Remehkan PKS - 02 /03 /09 21:18:47
|
|
|
Komisi A
Komisi B
Komisi C
Komisi D
Suara Aleg
"Tuntaskan Perubahan Saatnya Kaum Muda Memimpin", Tedi Rusmawan, AT
Indeks Perda
Indeks Rancangan Perda
Arsip
|